Latest Post

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami pula yang akan benar-benar memeliharanya. (QS Al-Hijr [15]: 9)

Al-Qur`an merupakan satu-satunya kitab suci di muka bumi ini yang terjaga, baik secara lafadz dan isinya. Rasyid Ridha pernah berkata bahwa satu-satunya kitab suci yang
dinukil secara mutawatir dengan cara dihafal dan ditulis adalah Al-Qur`an. Sebagaimana ayat di atas, hal ini  merupakan janji Allah SWT yang akan selalu menjaganya sampa hari kiamat.

Salah satu penjagaan Allah SWT terhadap Al-Qur`an adalah dengan memuliakan para penghafalnya. Rasulullah saw bersabda, "Penghafal Al-Qur`an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al-Qur`an akan berkata: ‘Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia.' Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). Al-Qur`an kembali meminta: 'Wahai Tuhanku tambahkanlah.' Maka, orang tu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al-Qur`an memohon lagi: 'Wahai Tuhanku, ridhailah dia.' Maka Allah SWT meridha nya. Dan diperintahkan kepada orang itu: 'Bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga).' Dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.’” (HR Tirmidzi dar Abu Hurairah).

Selain sebagai penjagaan umat Islam terhadap kitab sucinya, menghafal Al-Qur`an merupakan identitas dan kebutuhan setiap muslim. Hal tersebut karena Al-Qur`an adalah jalan hidup setiap muslim. Tanpa adanya hafalan Al-Qur`an, seseorang tidak akan pernah tahu apa yang diperintahkan dan dilarang oleh agama, jiwanya tidak akan pernah terisi oleh ruh ajaran agama. Rasulullah saw bersabda, "Orang yang tidak mempunya hafalan Al-Qur`an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh.” (HR Tirmidzi).

Menghafal Al-Qur`an baiknya tidak hanya lafadznya, namun harus diiringi dengan pemahaman dan pengamalan. Imam Malik dalam kitabnya Al- Muwatha menceritakan bahwa Ibnu Umar membutuhkan bertahun-tahun— malah ada yang mengatakan delapan tahun lamanya—hanya untuk menghafal surat Al-Baqarah.  Hal ini menunjukkan bahwa para sahabat benar-benar mempelajari dan mengamalkan Al-Qur`an. Allah SWT berfirman, "Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.” (QS Al- Qiyamah [75]:16).

Mengenai sebab turunnya ayat tersebut, Imam Bukhari mengeluarkan hadits dari Ibnu Abbas ra yang berkata bahwa setiap turun wahyu, Rasulullah saw suka menggerak-gerakkan lisannya dengan maksud ingin cepat menghafalnya. Kemud an, Allah SWT menurunkan ayat tersebut. Tentunya, melafadzkan Al-Qur`an saja sudah mendapatkan pahala, apalagi diiringi dengan pemahaman dan pengamalan.

Bagi Hafiz  al Qur'an, Allah memberikan penghargaan yang mulia, yakni Allah akan memberikan mahkota kehormatan. Sesuai dengan yang terdapat di dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah ra, ia berkata,“Baginda bersabda, orang yang hafal Al-Quran kelak akan datang dan Al-Quran akan berkata: 

“Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.”Maka orang tersebut diberi mahkota kehormatan. Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan tambahkanlah pakaiannya.” Kemudian orang itu diberi pakaian kehormatannya. Alquran berkata lagi: “Wahai Tuhan, ridhailah dia.” Maka kepadanya dikatakan, “Baca dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia diberi tambahan satu kebajikan.” (HR. At Tirmidzi).

Subhanallah... Para Imam. alim ulama terdahulu menghafal al Qur'an di usia kanak-kanak.
1. Imam Syafi'i (150 H-204H) . Hafal Al-Quran ketika usia 7 tahun.
2. Imam Ath-Thabari ( 224 H – 310 H), ahli tafsir . Hafal Al-Quran usia 7 tahun . 
Usia 8 tahun menjadi imam solat. Menulis hadits usia 9 tahun.
3. Ibnu Qudamah ( 541 H – 620 H). Hafal Al-Quran usia 10 tahun.
4. Ibnu Sina ( 370 H- 428 H), Hafal Al-Quran umur 5 tahun.
5. Imam Nawawi. Hafal Al-Quran
       sebelum baligh.
6. Imam Ahmad bin Hanbal .
    Hafal Al-Quran sejak kecil.
7. Ibnu Khaldun ( 732 H- 808 H). 
    Hafal Al-Quran usia 7 tahun.
8. Imam As-Suyuthi (w: 911 H),  hafal Al-Qur'an sebelum umur 8 tahun, umur 15 tahun hafal kitab al-Umdah, Minhaj al-Fiqh wa al-Ushul, Alfiyah Ibn Malik.
9. Umar bin Abdul Aziz, hafal al-Qur'an ketika masih kecil.
10. Ibnu Hajar Al-Atsqalani (w: 852 H) hafal Al-Qur'an ketika berusia 9 tahun.
11. Jamaluddin Al-Mizzi (w: 742 H), hafal al-Qur'an ketika kecil

InsyaAllah dengan program Hafiz Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan Miftahul Ulum Panyeppen akan bersama-sama membangun Indonesia yang akrab dengan al-Qur'an, generasi Islami, generasi Robbani, generasi Qur'ani. Sehingga Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa Robbul Ghofuur.


Assalamu’alaikum Bunda, yanda dan semua wali santri
 Alhamdulillah, Semoga sehat wal'afiat selalu. Insya Allah Hafiz Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan siap dilaksanakan. 

Hafiz Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan Program inspiratif yang menghadirkan santri-santri berbakat yg mampu menghafal sebagian atau seluruh Al-Quran. Program yang dapat menumbuhkan minat baca Al-Quran ini 
Insya Allah akan dilaksanakan ;

Audisi Pertama

Hari : Jum'at
Tanggal 17 Muharram 1437 H.
Jam : 08:00

Audisi Kedua
Hari : Selasa
Tanggal : 21 muharram
Jam : 18:00 (Ba'da Maghrib)

yang akan bertempat di Musholla Al-Kisa'I Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan Miftahul Ulum Panyeppen http://tibyanlishibyan.blogspot.com
 Jl. Raya Palengaan KM 11 Pamekasan


Terimakasih, Salam fastabiqul khoirot Semangat dan
selalu ceria.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.